Kritik = Umpan Balik yang Membangun
Sering kita mendengar dari banyak pakar manajemen mengatakan mulai dari jangan mengkritik, sampai kritik yang disampaikan haruslah bersifat membangun dengan bahasa yang “menyenangkan” supaya orang yang dengar kritik tersebut tidak tersinggung, dengan ini perubahan baru bisa terjadi. Ini adalah anjuran kepada yang memberi kritik, tapi malah timbul tafsiran menjadi: Janganlah mengkritik, nanti “Tersinggung”, nah dengan konsep budaya yang menganggap hubungan harmonis adalah segala-galanya, (biarpun makin terpuruk), maka terjadi keadaan yang serba di “biar” kan alias toleransilah dan bila konsep ini yang diterima, tentu keadaan akan menuju ke kacauan dan keterpurukan. Read more












