INSPIRATION FOR ACTION – 2. JUST DO IT

Kita semua mengenal slogan JUST DO IT! yang diikuti dengan tanda cawang. Nike berhasil menjadi sepatu olahraga No. 1 di dunia tahun 90’an. Apakah yang kita simak dari slogan tersebut? ACTION!

Keadaan di Indonesia
Menurut pengamatan saya, sebenarnya perusahaan di Indonesia sudah mulai bergerak ke arah SPEED (terutama yang swasta), namun masih dalam tahap yang sangat awal, masih banyak business owner kita yang masih ragu-ragu dan pola pikirnya belum berubah. Gejala ini, di ActionCOACH kita sebut sebagai PROCRASTINATION , yaitu suatu kebiasaan menunda-nunda untuk  mengambil keputusan dengan 1001 alasannya. Seperti kita ketahui, di dunia bisnis tidak ada yang 100% pasti (kalau mau pasti jadilah pegawai/karyawan saja, itupun sebenarnya masih belum pasti, karena masih bisa di PHK!), bahkan ada pakar yang mengatakan bila sudah menguasai 30% sudah harus berani start, selanjutnya kesulitan yang menghalangi akan diselesaikan satu per satu. Menurut hemat saya, kita selalu sudah bisa menghitung resiko dan siap mengambilnya. Segalanya haruslah ACTION! Karena terlambat berarti kehilangan kesempatan!

Kekhawatiran melakukan sesuatu
Kita banyak menemukan, bahwa orang enggan melakukan sesuatu dengan cepat atau proaktif melakukan perbaikan karena beberapa faktor :

1. Takut melakukan kesalahan
Selama proses belajar, melakukan kesalahan adalah lumrah. Namun demikian melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, akan menunujukkan bahwa orang tersebut tidak mampu atau tidak cocok dengan pekerjaan tersebut. Mengenai kalau salah nanti dimarahi, itu sudah lumrah, kecuali kalau benar juga tetap dimarahi itu baru masalah.

Tidak mencoba melakukan sesuatu itu LEBIH JELEK dibandingkan melakukan sesuatu, meskipun mungkin hasilnya tidak sempurna

2. Takut orang lain (atasan, rekan) tersinggung
Di organisasi sekarang ini, semua pekerjaan itu saling terkait, bila salah seorang tidak melakukan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu akan menyebabkan seluruh proses bisnis tidak berjalan. Nah, bila Anda harus mengingatkan/mengejar/mempush rekan (bahkan atasan) untuk menyelesaikan sesuatu yang memang sudah disetujui, maka tidak perlu merasa SUNGKAN untuk melakukannya. Selama maksud Anda baik dan untuk memajukan perusahaan. Saya yakin, Anda tidak akan disalahkan ataupun dimusuhi.

Dalam melaksanakan pekerjaan lebih gunakanlah RASIO dibandingkan PERASAAN

3. Takut mengambil keputusan
Banyak dari kita, yang merasa bahwa saya bukanlah bos, jadi walaupun sebenarnya saya tahu cara yang baik, tapi buat apa saya mengajukan usul dan dicap sok tahu. Lebih parah lagi, bahkan keputusan yang di dalam wewenangnya pun tidak dilakukan.

Setiap keputusan tentu ada resikonya. Selama kita sadar seberapa besar resikonya,  dan masih dalam jangkuan kita, Just Do It!

Khusus untuk para pemimpin Tidak mengambil keputusan hingga proses bisnis berhenti adalah jauh lebih jelek dibandingkan mengambil keputusan yang keliru. Sebab keputusan yang keliru masih selalu ada kesempatan untuk perbaikan. Selama resiko itu masih bisa ditolerir, keputusan harus diambil

4. Kurang PD (Percaya Diri)
Memang bangsa kita lagi mengidap “penyakit” kurang PD, bukti nyata adalah murid/mahasiswa kita maunya dukuk paling belakang, ketika kursus atau meeting duduknya di pojok. Nah baru berani kalau sudah ramai-ramai. Akibat dari  “penyakit” kurang PD ini, orang takut melakukan sesuatu atas inisiatif sendiri.Bagaimana supaya kita bisa PD ? Teruslah belajar, terbuka menerima kritik, memperbaiki diri, lakukan yang terbaik, Just Do IT!

Kepercayaan Diri adalah langkah Pertama menuju ke suksesan!

5. Budaya Alon alon asal kelakon
Statement ini menurut saya sudah kadaluarsa, bahkan menurut futurlog Alvin Toffle, dunia sekarang terbagi dalam budaya The Fast and The Slow. Budaya The Fastakan melalap habis budaya The slow. Jelasnya, dunia sudah berubah dari masa produksi massa (60an), mass marketing (70an), One to one marketing (80an), On line marketing (90an) sampai ke era The world is flat/Globalisasi (2000an) dan semuanya mengandalkan KECEPATAN = SPEED.

Kita rasakan sendiri, kita tidak mau lagi membeli sesuatu bila tidak barangnya bagus dan delivery cepat, cerita bayar dulu tunggu 3 bulan sudah masa lalu. Demikian juga pasar, makin banyak barang/model yang ditawarkan dengan kecepatan kilat, mungkin berhasil mungkin tidak, tahu-tahu sudah muncul lagi produk baru.

Kesimpulan:

Hanya lewat ACTION Andalah, perusahaan Anda bisa maju, dan jangan takut dan tunggu terus, bisa ketinggalan kereta.

Berikut ada satu potongan perkataan bijak dalam syair Mandarin yang diterjemahkan lebih kurang sbb:

Kalau tindakan kita betul, tidaklah perlu takut

Kalau kita berani bertindak benar, tidaklah perlu menyesal

Kalau tindakan kita  lurus, tidak perlu kuartir di curigai orang

Kalau kita tidak rakus, tidak takut difitanah/dicelakai orang

So, JUST DO IT!

Salam FUNTASTIC!

Coach Cahyadi Kurniawan

Cahyadi Kurniawan Business Coach ActionCOACH

Ir. Cahyadi Kurniawan adalah mechanical engineer yang berkarier selama 22 tahun mulai dari produksi, sales, commercial, general manager sampai VP/Presiden Direktur di perusahaan multinasional mulai dari Swiss, Inggris/Perancis dan berakhir kariernya di perusahaan Jepang.

Saat ini, Ir. Cahyadi Kurniawan adalah seorang Business Coach dari ActionCOACH yang fokus membimbing para business owner yang terutama bergerak dibidang industry dan trading sehingga usaha lebih efisien, efektif dan memiliki waktu luang yang berkualitas untuk menikmati hidupnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: