Produktivitas

Produktivitas

PRODUKTIVITAS = 0.5 x 2 x 3

Artinya, kita hanya mengeluarkan 1/2 dari tenaga/sumber daya, dibayar 2 kali lebih banyak, dan menghasilkan sesuatu 3 kali lebih banyak.

Apakah maksud sebenarnya dari kata produktivitas? Secara sederhana produktivitas adalah proses melakukan suatu kegiatan untuk menghasilkan sesuatu yang kita inginkan dalam jangka waktu yang ditentukan. Apakah definisi tersebut sudah cukup bagi dunia yang penuh persaingan sekarang ini? Jawabannya adalah tidak, pakar manajemen Charles Handy menjabarkannya sebagai berikut:

PRODUKTIVITAS = 0.5 x 2 x 3

Artinya, kita hanya mengeluarkan 1/2 dari tenaga/sumber daya, dibayar 2 kali lebih banyak, dan menghasilkan sesuatu 3 kali lebih banyak.

Loh kok bisa? Di Indonesia kita sering mendengar kata-kata tentang kurang orang, perlu lembur, namun hasilnya banyak yang reject. Mengapa? Karena masih terlalu banyak orang di negara berkembang (bukan monopoli Indonesia saja) memiliki pola pikir yang masih belum mengarah ke PRODUKTIVITAS masih lebih menganut pola pikir yang “alon alon asal kelakon”. Kita juga lebih menganut konsep yang penting MURAH, soal kualitas dan waktu tidak diutamakan.

Produktivitas = Biaya keseluruhannya MURAH

Dalam alam pemikiran yang menganut pikiran asal murah saja, ada satu faktor yang terlupakan yaitu WAKTU atau KECEPATAN.

  • Sepeda Vs Motor, sepeda itu murah tetapi kecepatan maximum mungkin hanya 10 Km/jam dan energi nasi yang dikeluarkan juga banyak, dengan motor, kecepatan bisa sampai 60 Km/jam tentu ditambah ongkos bensin, tetapi WAKTU yang dibutuhan untuk mencapai suatu tempat menjadi 1/6 kalau dibandingkan dengan sepeda.
  • Abacus (suan pan) Vs komputer dsb.

Negara China dengan penduduk 1.3 milyar sekarang tidak lagi memakai  abacus dan sudah beralih ke komputer. Di negara tersebut sejak pertengahan tahun 70 an  sudah sadar bahwa asal MURAH, dengan tenaga manusia tidak terdidik dan metode kerja tidak benar, tidak akan membawa mereka ke jenjang kemakmuran, malah sekarang dengan memperhatikan peningkatan produktivitas yang berkesinabungan, mereka menghasilkan barang yang jauh lebih murah, namun kualitasnya juga meningkat!

Nah dengan pola pikiran peningkatan produktivitas tersebutlah, dalam waktu yang sama, hasil yang dicapai jauh lebih banyak dan baik sehingga ujung-ujungnya harga per unitnya menjadi lebih murah.

Produktivitas = Investasi Tinggi ?

Berarti peningkatan produktivitas pasti perlu investasi yang tinggi? Jawabannya ya dan tidak, karena peningkatan produktivitas tergantung:

1. Metode kerja dan penyelesaian pekerjaan tersebut.

  • Kita akan lebih cepat dilayani di loket tol, kalau kita antri dengan tertib dari pada menyerobot (teori barisan antri)
  • Dalam proses pembuatan tinta, bejana penampungan tinta lebih mudah dan cepat dibersihkan kalau pembersihannya dilakukan pada waktu proses pengilingan daripada ditunggu sampai kering baru dibersihkan (perbaikan prosedur kerja)
  • Mempersingkat prosedur kerja, penerapan 5S, seperti menaruh alat kerja dengan rapi dan dekat dengan si pemakai (time and motion study)
  • Pengaturan kunjungan pelanggan dengan mengunjugi pelanggan yang letaknya berdekatan (time and motion study)
  • Mengatur prosedur internal dan dengan customer sehingga invoicing hanya perlu 4 x seminggu dsb. (procedure improvement)

Saya yakin kalau kita pelajari apa yang kita lakukan sehari-hari pasti kita bisa muncul ide bagaimana do less and get more sehingga produktivitas kerja kita meningkat, kemudian lakukanlah perubahan metode tersebut sehingga hidup kita lebih nyaman dan baik.

2. Investasi alat pembatu

Memang seringkali untuk peningkatan produktivitas kita perlu investasi alat pembantu, yang seakan-akan biaya akan menjadi mahal, tapi dengan sedikit inovasi kita selalu bisa menghemat dari investasi yang berlebihan. Salah satu cara ampuh dari Jepang adalah implimentasi 5 S, dengan perubahan sedikit dan terus menerus akan dihasilkan hasil yang menakjubkan.

Yang lebih penting adalah melatih kebiasaan kita untuk RAWAT (5S lagi) alat tersebut, kita sering menemukan pompa, alat baru beli, tapi setelah sekian lama sudah kotor, rusak dan di taruh dipojok tidak dipakai atau tidak terpakai lagi, nah kalau ini terjadi, investasi tersebut sudah terbuang percuma, dan pihak manajemen akan kecewa berat dan skeptis menanggapi usulan investasi baru.

Masih ingat? PJKA mendapat hibah dari jawatan perkereta apaian Jepang untuk gerbong kereta yang dibuat tahun 60 an! bayangkan sudah 40 tahun! Gerbong tersebut masih berfungsi baik dan kelihatan baru, sehingga PJKA memutuskan untuk mengoperasikannya sebagai kereta kelas eksekutif. Dengan perawatan yang memadai tersbut, sudah jelas investasi gerbong kereta tersebut telah memberikan keuntungan besar bagi pemiliknya……..

Cukup sekian dulu, semoga tulisan ini memberi inspirasi untuk kita bisa bekerja lebih terah, cermah dan tepat.

Salam FUNTASTIC!

– Cahyadi Kurniawan –

Artikel-artikel yang terkait :

  1. Teknologi VS Skill
  2. Tiga Alasan Anda Mendapat Pekerja yang Buruk – Dan Apa yang Harus Dilakukan

—————————————————————————————————————–

Butuh Terobosan dalam Bisnis Anda?

Check It Out : Event Edukasi untuk Mempercepat Laju Pertumbuhan Bisnis Anda

—————————————————————————————————————–

Follow us : Twitter | Facebook | Youtube

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: