Teknologi VS Keahlian – BAGIAN2

Teknologi VS Keahlian

Sebenarnya dalam menghasilkan produk dan menyelesaikan berbagai pekerjaan kita, banyak sekali kegiatan RUTIN-nya, (dalam kehidupan kegiatan kita adalah 80% rutin dan 20% exceptional) dengan menerapkan teknologi pekerjaan rutinitas tersebut bisa diselesaikan secara cepa dan tepat, sehingga dengan sendirinya biaya per unitya menjadi murah.

Dunia Timur bangkit karena penerapan teknologi

Selama perang dunia II, Amerika mulai menerapkan sistem pelatihan sehingga orang biasa setelah mendapatkan pelatihan dalam hitungan hari sudah bisa membuat sebagian dari bagian-bagian senjata, dan bila ditempatkan dalam proses perarakitan mereka dapat merakit senjata tersebut dengan cepat.

Setelah perang dunia II usai, Jepang yang menderita kekalahan dapat bangkit kembali berkat ketekunan dan keseriusan bangsa tersebut belajar dari para ilmuwan seperti Juran dan Deming. Mereka menerapkan kerjasama tim, standarisasi, semangat belajar yang tinggi, disiplin kerja, sehingga secara cepat, hasil produksi negara Jepang meningkat dengan cepat baik kualitas maupun tingkat produktivitasnya sehingga biaya per uninyat pun terus menurun.

Cara Jepang tersebut sekarang diterapkan oleh Korea maupun Cina, sehingga mutu barang Korea dan Cina terus meningkat. Ditambah dengan skala besarnya Cina, biaya produksi per unitnya terus menurun. Sekarang Cina merajai banyak kebutuhan sehari-hari di dunia ini.

Semua ini dapat dicapai karena menerapkan TEKNOLOGI dan bukannya lewat penerapan KEAHLIAN.

Apa sebenarnya Teknologi itu?
Teknologi adalah rekayasa yang menggunakan proses mekanik, kimia, sistem informatika, nanoteknologi, maupun bioteknologi untuk menyelesaikan pekerjaan RUTIN yang kita hadapi sehari-hari.

Sebenarnya dalam menghasilkan produk dan menyelesaikan berbagai pekerjaan kita, banyak sekali kegiatan RUTIN-nya, (dalam kehidupan kegiatan kita adalah 80% rutin dan 20% exceptional) dengan menerapkan teknologi pekerjaan rutinitas tersebut bisa diselesaikan secara cepa dan tepat, sehingga dengan sendirinya biaya per unitya menjadi murah.

Fakta menyatakan Toyota sekarang memproduksi mobil dengan kecepatan 1 unit/menit (ulang 1 unit/menit, Koq bisa?), semua karena proses produksinya didiukung teknologi yang semakin maju. Bayangkan kalau buat mobil dengan cara ketok magic ala karoseri Jawa Timur, perlu berapa juta orang dan berapa tahun ?

Bagaimana kita bisa menguasai teknologi dan mengaplikasinya?
Untuk menguasai teknologi kita perlu belajar:

  1. Ilmu pengetahuan (ilmu pasti alam, matematika, fisika, kimia, electric, electronik, biologi, etc) dan bukannya “ilmu alam gaib” yang banyak dipromosikan oleh sinetron.
  2. Masyarakat perlu lebih banyak ahli rekayasa (alias Insinyur) untuk mewujudkan teknologi tersebut dan bukannya orang jago pat-pat gulpat duit alias rekayasa keuangan.

Setelah menguasai teknologi kita harus bisa mengaplikasikan teknologi itu untuk kegiatan yang produktif yaitu menghasilkan produk dengan mutu tinggi dan biaya rendah. Untuk menerapkan teknologi kita perlu sumber daya manusia yang berkarakter industri yaitu memiliki sifat:

  1. Disiplin diri yang tinggi.
  2. Konsisten dalam kegiatannya.
  3. Berani berkata dan bertindak jujur daripada tidak mengaku kesalahan atau ABS (Asal Bapak Senang).
  4. Semangat belajar terus dan bisa menerima teknologi baru

Di ActionCOACH, dinamakan bekerja ABOVE THE LINE! Karena selama orang masih berpikir BELOW THE LINE, tidak mungkin mereka mencapai kemajuan yang berarti.

Bagaimana keadaannya perusahaan kita ?
Kita sendiri dengan pasti dan yakin menuju ke era teknologi, buktinya, banyak perushaan kita menerapkan sistem mutu ISO, beli alat produksi canggih, alat laboratorium canggih, terapkan sistem komputerisasi dalam hal adminstrasi dan proses kontrol dsb.

Tapi, apakah kita sudah memiliki sikap maupun karakter industri dalam menerapkan teknologi tersebut?

Coba kita simak karakter industri itu satu persatu:

  1. Disiplin diri yang tinggi, mulai dari datang kerja, kerja sesuai prosedur, mengisi form kerja yang benar. Apakah sudah dilakukan secara benar dan otomatis, tanpa di suruh dan diingatkan ?
  2. Konsisten dalam kegiatannya, apakah secara rutin kita perlu melakukan pengecekan alat sebelum dipakai, 5 S dijalankan, maintenance berkala, prosedur produksi dijalankan dengan benar ? Jangan kalau diingatkan baru dijalankan, begitu lewat beberapa bulan, dilupakan lagi.
  3. Berani berkata dan bertindak jujur, banyak masalah sebenarnya cukup sepele, namun hanya karena tidak mengatakan hal yang sebenarnya, akhirnya penyelesaian pencarian akar masalah menjadi berlarut-larut. Bagian manajemen kerjaannya jadi meeting melulu.
  4. Semangat belajar dan terbuka ke teknologi, ini juga belum terlihat dengan benar, masih banyak sekali orang yang sikap I KNOWnya tinggi sekali, selama sikap I KNOW itu tinggi sulitlah bagi mereka untuk menerima ide dan teknologi baru karena bertentangan dengan hal yang mereka rasa sudah tahu, sehingga belum dicerna sudah di BLOK!

Kita semua perlu selalu introspeksi diri, sehingga terbuka untuk belajar dan memperbaiki diri dan menerapkan teknologi yang kita miliki.

Percayalah, hanya dengan teknologi dan menerapkannya secara benar dan konsisten, perusahaan Anda akan maju pesat dan mencapai target yang diinginkan.

Let’s work SMARTER!

Salam FUNTASTIC!

– Cahyadi Kurniawan –

Related Article(s) :

  1. Test and Measure Your Business… and Your Life
  2. Going to The Next Level? What Needs to Change

—————————————————————————————————————–

Follow us : Twitter | Facebook | Youtube

—————————————————————————————————————–

Watch Business Inspirations : Berita Satu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: