Tiga Alasan Anda Mendapat Pekerja yang Buruk – Dan Apa Yang Harus Dilakukan

Tiga Alasan Anda Mendapat Pekerja yang Buruk - dan Apa yang Harus Dilakukan

Apakah Anda berpikir, bahwa Anda tidak dapat mendapatkan karyawan yang bagus? Tidak bisa membuat mereka melakukan hal-hal yang Anda butuhkan? Tidak bisa membuat mereka tetap tinggal di perusahaan? Sebelum Anda menyalahkan tim Anda, ingat pepatah lama : “Anda mendapatkan pegawai yang layak Anda dapatkan.” Mari kita mulai dengan melihat ke cermin. Kesalahan paling umum yang terjadi adalah dengan mempekerjakan orang yang salah, tidak memiliki pelatihan dan evaluasi yang cukup dan kepemimpinan yang kurang. Mari kita lihat isu-isu itu lebih mendetail.

1. Anda mempekerjakan orang yang salah, atau menaruh mereka di posisi yang salah. Menggunakan test profil kepribadian dapat membantu Anda mengukur kualitas kandidat sebelum mereka dipekerjakan. Di ActionCOACH kami menggunakan profil DISC dan VAK untuk membantu mencari orang yang tepat untuk posisi tertentu.

Profil DISC akan mengukur kecenderungan perilaku asli seseorang  (ketika sedang tidak bekerja) dan pada saat beradapatasi (di tempat kerja). Pengerjaan test profil ini memerlukan waktu sekitar 10 menit, dan akan memperlihatkan petunjuk-petunjuk  yang berguna mengenai kekuatan seseorang, seberapa besar kemungkinan untuk berkembangnya, dan hal-hal apa yang  memotivasi mereka. VAK (singkatan dari visual, audiotori, dan kinestetik) mengukur cara orang berkomunikasi.

Sebagai tambahan, Kami juga menemukan bahwa jarang “karyawan yang buruk”  disebabkan ketidakmampuannya bekerja, melainkan lebih sering disebabkan karena nilai-nilai yang dipegangya tidak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Anda harus mempekerjakan karakter baru kemudian skill. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengungkap nilai-nilai yang dipegang kandidat,  dan cari keselarasan dengan nilai-nilai perusahaan.

Seorang pegawai dengan kecocokan nilai yang tinggi juga masih dapat berperforma buruk, bila Anda meletakkan mereka di posisi yang salah. Lihat kembali ke berbagai deskripsi pekerjaan Anda dan rubah dan sesuaikan dengan  kebutuhan bisnis Anda, lalu pekerjakan orang yang sesuai dengan deskripsi itu. Kekacauan timbul bila Anda merubah deskripsi pekerjaan untuk menyesuaikan dengan skill orang yang direkrut.

Style “D” Style “I” Style “S” Style “C”
  1. Berani
  2. Bersaing
  3. Suka tantangan
  4. Cepat mengambil keputusan
  5. Langsung ke poin
  6. Inovatif
  7. Tidak mudah menyerah
  8. Pencari jalan keluar
  9. Berorientasi pada hasil
  1. Memiliki daya tarik
  2. Percaya diri
  3. Sangat meyakinkan
  4. Antusias
  5. Menginsipirasi oang
  6. Optimis
  7. Pandai membujuk
  8. Populer
  9. Mudah bersosialisasi
  10. Pemain Tim
  1. Ramah
  2. Baik
  3. Pendengar
  4. Sabar
  5. Tenang
  6. Tulus
  7. Stabil
  1. Akurat
  2. Analitik
  3. Berhati-hati
  4. Diplomatik
  5. Mempercayai
  6. Pencari fakta
  7. Memiliki standar tinggi
  8. Dewasa dan sabar

2. Masalah bisa juga karena proses pelatihan,  pengukuran,  dan evaluasi yang tidak mencukupi. Kapan terakhir Anda merevisi proses orientasi Anda? Buku petunjuk pedoman perusahaan Anda? Proses awal untuk pelatihan bagi pekerja baru? Apakah KPI (Key Performance Indicators) mereka dapat dipertanggungjawabkan? Berapa sering mereka mendapatkan umpan balik? Siapakah yang membimbing orang-orang baru dan untuk berapa lama?

Kami sarankan semua pegawai berpartisipasi dalam pertemuan tim secara teratur dan tanyakan kepada setiap dari mereka : Apa yang dapat kami lakukan untuk membantu Anda berhasil dalam pekerjaan Anda? Beberapa tahun yang lalu, kami pernah mendengar tentang “metode pelatihan” yang dikenal dengan “Biarkan dan Sambar.” Ini artinya orang baru dibiarkan untuk mencari tahu segalanya sendiri, kemudian “Sambar” ketika melakukan kesalahan. Pendekatan ini, atau pendekatan lain yang sama, pada dasarnya menjebak orang untuk gagal.

Dengan mahalnya biaya staff keluar masuk (waktu, pelatihan yang diulang-ulang, kehilangan produktivitas, dsb), sudah tentu beharga sekali berinvenstasi dalam memperbaiki proses yang ada agar kita dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan melakukan hal “kembali lagi dari awal” lebih sedikit.

3. Pemimpin tidak tahu apa yang dia lakukan,  maka demikian juga dengan Tim-nya.Untuk memiliki para pengikut yang hebat, harus ada seorang pemimpin yang hebat. Tidak akan ada tim yang akan berperforma lebih dari kepemimpinan di atasnya. Apakah Anda tipe  seorang pemimpin yang ingin diikuti oleh seorang karyawan yang hebat? Apakah Anda menjalankan jenis usaha yang membuat seorang karyawan yang hebat  ingin bekerja disana?Saya dapat meyakinkan Anda, tim mengawasi segala sesuatu yang Anda lakukan dan membedah semua yang Anda katakan.

Mulailah dengan komunikasi Anda – Apakah Anda berkomunikasi dengan jelas dan teratur? Apakah Anda konsisten dalam pernyataan-pernyataan Anda dan perilaku? Apakah Anda melakukan hal yang Anda katakan akan Anda lakukan? Juga, jika Anda bimbang  atau menunda membuat keputusan, Anda dipandang sebagai lemah dan ragu-ragu. Jika Anda memiliki keberanian, coba survei Tim Anda mengenai  pandangan mereka terhadap Anda sebagai pemimpin dan bersedia untuk “mempertajam gergaji Anda” untuk membuat beberapa perubahan. Mengubah pandangan Anda, mengubah hasil Anda!

-0-

Artikel-artikel yang terkait :

  1. Bagaimana CaraMengahargai Tim Anda Agar Mereka Bekerja Lebih Baik
  2. Cara Perekrutan dan Penempatan Karyawan

—————————————————————————————————————–

Follow us : Twitter | Facebook | Youtube

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: