MENGATASI KETIDAKNYAMANAN DARI BERBAGAI KONFRONTASI

 

Sebagai sorang pemilik bisnis, akan ada kemungkinan suatu saat Anda harus berhadapan dengan situasi yang sulit di tempat kerja. Anda mungkin harus mendisiplin anggota staf, mengangkat isu kinerja yang buruk atau bahkan mengeluarkan salah satu anggota tim Anda. Ditambah sikap dan tingkah laku orang lain yang sesekali membuat Anda merasa marah, sakit hati, mematahkan semangat atau merasa dikhianati, dan Anda mungkin bereaksi dengan memilih untuk tetap diam dan berpura-pura tidak ada apa-apa atau amarah Anda meledak kepada orang yang melakukan  kesalahan. Respon yang salah dapat menyebabkan kebencian dan perasaan tidak enak dan sering tidak memiliki efek mensolusikan masalah sama sekali.

Sayangnya seperti banyak hal di dalam hidup ini kita tidak dilatih untuk menghadapi situasi-situasi semacam ini, kecuali bila pekerjaan kita yang sebelumnya memerlukan skill seperti itu tersebut, misalnya kepolisian. Cara Kita menangani konfrontasi sama seperti yang telah kita pelajari dari keluarga kita, teman, rekan kerja dan atasan, yang mungkin tidak satupun yang telah terlatih dengan baik dan tidak heran kalau banyak konfrontasi yang berakhir dengah hasil yang buruk bagi kedua belah pihak.

Kabar baiknya adalah bahwa penanganan konflik secara efektif sebenarnya merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dalam buku “Crucial Confrontations” oleh Patterson, Grenny, McMillan dan Switzler. Ada tiga sebuah proses tiga tahap yang sangat sederhana, yang dapat dipelajari oleh siapa saja dan dapat dipraktekkan dengan cepat.

Sebelum Pertemuan
Selalu ingat bahwa Anda memiliki kontrol atas emosi Anda. Satu-satunya orang yang bisa membuat Anda tenang atau marah adalah Anda sendiri. Ketika kita bereaksi terhadap situasi, kita memilih untuk melakukan itu, mungkin secara tidak sadar tetapi itu selalu pilihan kita. Dalam konfrontasi yang genting Anda perlu tetap tenang, untuk itu mungkin Anda perlu waktu untuk mendinginkan kepala, sehingga Anda dapat menilai situasi dengan jernih.

Setelah Anda tenang Anda perlu mempertimbangkan fakta-fakta yang ada. Kemungkinan ada setumpuk permasalahan yang perlu dipertimbangkan, dan Anda perlu mendapatkan pokok persoalannya, menangani isu yang paling penting untuk memastikan perubahan yang diperlukan teridentifikasi. Kadang-kadang alasan terjadinya konflik bukanlah hal yang menyebabkannya meluap. Ini adalah tugas Anda untuk tetap berpikiran terbuka seperti melihat penyebab situasi ini muncul.
Tentukan di depan hasil apa yang Anda, sebagai pemilik bisnis inginkan dari konfrontasi yang ada, juga bagi orang yang satunya dan untuk hubungan Anda. Pertimbangkan ketiga elemen ini untuk memastikan mereka semua diberi bobot yang sama dan menjaga mereka di garis depan pikiran Anda selama diskusi.

Katakan kepada orang yang bersangkutan bahwa Anda perlu berdiskusi dengannya dan tetapkan waktu dan tempat. Mereka kemudian akan menyadari bahwa ini merupakan masalah serius. Pastikan Anda menyediakan waktu yang cukup untuk diskusi yang menyeluruh, dan pastikan Anda tidak terganggu atau terdengar oleh yang lain. Sebuah e-mail atau percakapan telepon bukanlah cara yang baik – Anda harus bertemu muka dengan muka.

Selama Pertemuan

Sikap dan perilaku Anda untuk beberapa detik pertama di dalam pertemuan akan menentukan suasana yang selanjutnya, sulit untuk membalikkan keadaan jika sudah salah langakah pada awalnya. Jadi pikirkan dengan sangat hati-hati tentang hal apa yang akan Anda katakan untuk membuka diskusi dan membangun iklim keterbukaan dan pemahaman yang kondusif untuk komunikasi dua arah yang terbuka.

Tetapkan tujuan pertemuan sejak awal dan langsung ke permasalahan, tetapi tidak menuduh sehingga orang lain tidak menjadi defensif dan menutup jalur komunikasi. Jelaskan apa yang orang itu telah lakukan dan hasilnya, tapi tetap terbuka bagi mereka untuk memberikan pandangan mereka. Cukup bertanya, “Apa yang telah terjadi?” Dan kemudian dengarkan.

Mungkin saja ada hambatan pada pekerjaan orang tersebut dalam melakukan sesuaty yang seharusnya mereka lakukan – Entah mereka tidak termotivasi untuk melakukannya atau mungkin mereka tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang diminta dari mereka. Anda perlu untuk bersama-sama mencoba dan mengidentifikasi akar penyebab perilaku dan menemukan solusinya. Anda bisa bertanya, ” Menurut Anda hal apa yang seharusnya dilakukan untuk membuat hal ini jadi dapat berjalan?”

Jika pertemuan tidak berjalan seperti yang telah Anda rencanakan karena emosi begitu tinggi atai orang yang bersangkutan bungkam, mungkin mereka merasa takut. Anda harus membuat mereka merasa aman: kembalikan pada tujuan pertemuan, yang adalah untuk mensolusikan masalah dan meyakinkan mereka bahwa mereka akan didengarkan. Berbicara tentang fakta-fakta dapat membantu meredakan emosi.

Setelah Pertemuan

Pada akhir pertemuan yang Anda ingin memiliki pemahaman bersama tentang hal apa yang akan terjadi dan kapan. Hal ini perlu diartikulasikan dengan jelas untuk menghindari asumsi yang tidak diungkapkan. Ekspektasi harus secara jelas ditetapkan dengan tenggat waktu yang kira-kira dibutuhkan untuk perubahan dilakukan.

Tentukan bagaimana dan kapan Anda akan menindaklanjuti hasil dari yang telah direncanakan. Anda dapat pergi memeriksa mereka, atau mereka yang kembali melaporkan kepada Anda, tergantung pada seberapa tingkat kepercayaan Anda terhadap tugas-tugas yang ada dan kepada orang yang bersangkutan. Tapi Anda harus memastikan rencana tersebut dikerjakan, jika tidak, maka tidak akan perubahan dan masalah akan tetap belum terselesaikan.

Jadi sekarang Anda tahu bagaimana mengeluarkan rasa tidak enak dari konfrontasi yang penting, Anda tidak akan khawatir bila Anda melakukan AKSI!

– 0 –

Facebook fan page : ActionCOACH South Jakarta

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: