Mengapa Business Bukanlah Mengenai Busyness

Mengapa Business Bukanlah Mengenai Busyness

Padahal kita semua tahu bahwa kita perlu bekerja lebih pintar daripada bekerja lebih keras.

Coba bayangkan jika bisnis Anda seperti tim formula one yang ada di pit stop : Kira-kira Anda akan seberapa sukses ? Apakah Anda akan menjadi team manager,  yang dengan tenang mengatur segalanya dari dinding pelindung pit,  atau Anda akan berlari kesana kemari, melakukan setiap pekerjaan untuk memastikan segalanya dilakukan dengan baik,  menyela masuk ke dalam setiap pekerjaan orang, dan merasa senang karena Anda sibuk membantu semuanya, dengan hasil akhir, mobil keluar terlambat dan berjalan hanya dengan 3 roda?

Salah satu masalah terbesar sebagai seorang business owner adalah kita meyakinkan diri kita, bahwa menjadi sibuk adalah yang dimaksud dengan bisnis, dan juga selama kita memberikan semaksimal kita, maka tidak ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan. Padahal kita semua tahu bahwa kita perlu bekerja lebih pintar daripada bekerja lebih keras.

Alasan untuk semua ini berawal pada saat kita masuk ke dalam bisnis untuk pertama kali. Ketika Anda memulai sebuah bisnis ada semcam rasa nikmat untuk membuatnya berhasil,  segala sesuatu serba baru dan menggairahkan, dan impian awal Anda masih dengan jelas berada di dalam pikiran Anda. Pada tahap ini Anda harus bekerja keras, karena tak akan ada orang lain melakukan pekerjaan dan jika Anda tidak melakukannya, tidak mungkin bisa selesai. Sayangnya, di sinilah letak akar masalah di kemudian hari.

Ketika kita sibuk seperti ini biasanya jumlah adrenalin kita meningkat. Dalam keadaan terpompa, berkerja dalam jumlah jam kerja yang panjang, dan mengatasi tantangan-tantangan yang besar dan dengan setiap kemenangan, kita membuat kesan dalam pikiran bawah sadar kita, menghubungkan bekerja keras dengan sukses. Kesan ini dibuat semakin membekas oleh orang-orang  yang kita temui, yang biasanya mirip dengan kita.  Mereka melakukan hal yang sama dan berakhir dengan hasil yang sama. Kekurangan dari hal ini adalah bahwa kita benar-benar menjadi seorang pecandu kerja.

Sama seperti seorang pecandu alkohol, kita menjadi kecanduan akan rasa nikmat, sehingga kita terus melakukan sesuatu yang sudah tahu buruk bagi kita, dan orang terakhir yang menyadari hal tersebut adalah orang yang memiliki masalah itu. Sama seperti seorang pecandu alkohol, orang-orang di sekitar kitalah yang paling menderita. Keluarga diabaikan, hubungan dengan teman menjadi renggang, dan yang lebih buruk semua orang di dalam bisnis yang menyediakan dukungan semakin tersingkir jika mereka tidak mau berperilaku sama atau turut menjadi pecandu kerja juga, yang semakin memperkuat kebiasaan buruk yang dibuat oleh pemilik bisnis.

Jadi jika Anda seorang pecandu kerja, apa yang harus Anda lakukan?  Langkah-langkahnya serupa seperti dalam mengatasi kecanduan apapun. Langkah pertama adalah selalu menyadari bahwa Anda adalah seorang pecandu kerja. Tanda-tandanya cukup jelas dan bila Anda membutuhkan bantuan untuk melihat, mintalah seseorang yang dekat dengan anda untuk berkata jujur kepada Anda. Beberapa hal dari tanda-tanda yang paling jelas adalah:

* Susah tidur di malam hari karena pikiran Anda tidak berhenti bekerja;
* Anda Mulai stres dan kehilangan kesabaran Anda pada hal-hal yang relatif kecil;
* Anda memulai sesuatu dan tidak menyelesaikannya;
* Bekerja hingga larut malam atau di akhir pekan, ketika orang-orang di sekitar Anda tampaknya menikmati kehidupan mereka;
* Menemukan diri Anda dituduh tidak mendengarkan orang lain.

Setelah Anda menyadari bahwa Anda memiliki masalah maka ambil kepemilikan terhadap situasi yang ada. Tidak ada gunanya menyalahkan siapa pun selain dari diri sendiri. Anda tidak bisa menyalahkan tim Anda, bank, pemerintah, ekonomi atau pelanggan Anda. Anda adalah akibat langsung dari keputusan dan tindakan yang telah Anda buat hingga mencapai ke titik ini. Kabar baiknya adalah di mana Anda nanti di masa depan akan menjadi akibat langsung dari keputusan dan tindakan yang Anda ambil sekarang dan di masa depan. Sekarang, apakah Anda akan berbuat seperti biasanya dan mendapat seperti biasanya atau akan Anda akan mencoba sesuatu yang berbeda?

Jadi bila Anda sekarang  sudah jelas bahwa Anda memegang kendali dan dapat bertindak berbeda, serta mendapatkan hasil yang berbeda apakah yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda berhenti dari kecanduan kerja. Hal pertama adalah harus benar-benar jelas kehidupan seperti apa yang Anda mau tuju : Anda ingin bekerja berapa jam per minggu, berapa hari per tahun, apa yang akan tim Anda lakukan untuk Anda dan apa yang ingin Anda lebih suka lakukan daripada bekerja terus-menerus.

Ini sangat penting karena jika anda tidak memiliki sesuatu yang Anda sukai lebih baik, Anda akan selalu berakhir melakukan hal yang Anda lakukan sekarang, bahkan biarpun di dalam hati, Anda membencinya. Sekarang Anda tahu hal yang Anda inginkan, tentukan skala waktu yang Anda inginkan agar hal ini terwujud dan merencanakan apa yang harus terjadi setiap kuartal untuk mengantar Anda ke sana.

Ingat, dibutuhkan 21 kali untuk menciptakan kebiasaan yang baik. Semakin lama Anda telah menjadi pecandu kerja, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk Anda. Terakhir, jujurlah terhadap diri sendiri dan akui bahwa Anda memerlukan bantuan dan rangkul itu, orang lain akan lebih cepat melihat Anda jatuh kembali ke kebiasaan lama Anda dibandingkan Anda

Jadi terus, rubah bisnis Anda dan keluarkan diri Anda dari lubang!

– 0 –

Kunjungi Facebook  Business Page ActionCOACH South Jakarta untuk tips-tips singkat seputar bisnis

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: