BUSINESS STAGNATE = SELF SABOTAGE?

Business Stagnate = Self Sabotage

Banyak perusahaan hanya berkembang sampai taraf tertentu, dan kelihatannya apapun yang mereka lakukan tidak sanggup mendorong perkembangannya ke taraf lebih lanjut. Pada phase tersebut banyak business owner merasa lelah dan mulailah mereka menerima kenyataan bahwa itulah yang terbaik yang bisa mereka capai.

Untuk mengatasi mental block ini, mereka perlu merevisi Visi perusahaan mereka, sehingga mereka bisa masuk kedalam mindset baru, karena hanya dengan  mindset baru tersebut, mereka bisa keluar dari keadaan sekarang ini.

Tapi apakah merubah mindset semudah membalikkan telapak tangan? Ternyata tidak semudah itu karena mindset kita dipengaruh beberapa lapis pemikiran yang kebanyakan tertanam dibawah alam sadar kita yang sering kita sebut Iceberg Identity.

Iceberg identity

Sejak film Titanic  menampilkan kapal raksana Titanic yang  tenggelam karena menabrak gunung ice, istilah Iceberg sering kali dipakai untuk menjelaskan gejala pola pikir manusia.

Sama dengan gunung es, tindakan manusia hanyalah bagian dari puncak gunung es yang tampak (1/8 bagian saja), sedangkan yang menyebabkan tindakan tersebut merupakan bagian gunung es yang masih dibawah permukaan laut alias di bawah alam sadar kita.

Apa yang terlihat diatas permukaan?

PERILAKU / BEHAVIOUR menentukan KEPUTUSAN /DECISION yang kita ambil.
Keputusan yang kita ambil menentukan TINDAKAN /ACTION yang kita lakukan.
Tindakan yang kita lakukan akan memberikan HASIL / RESULT yang kita inginkan.

Mengapa kita memiliki perilaku tertentu

Perilaku kita dipengaruhi faktor yang di bawah alam sadar kita yaitu 7/8 bagian dari “gunung es” kita. Mulai dari keahlian / skill. Seorang yang tidak pernah dilatih menjadi pilot pesawat tidak akan berani menyetir pesawat, karena dia tidak memiliki keahlian tersebut.

Jadi orang yang memiliki keahlian yang bervariable dan tinggi cenderung lebih berani menonjolkannya pada perilakunya.

Keahlian dipengaruhi oleh kepercayaan / belief

Tetapi sering sekali, seseorang sudah dikirim training berulang ulang, tetap saja skill yang diperoleh  tidak memadai, walaupun secara fisik dia memiliki kemampuan untuk melakukan tugas tersebut, tetapi hasilnya tidak pernah maksimal atau sesuai yang dikehendaki. Bisa jadi karena belief-nya tidak menunjang dia memiliki skill tersebut. Sedangkan kepercayaan sebenarnya adalah sesuatu yang di anggap dan diterima  benar oleh orang tersebut yang belum tentu kebukti benar oleh pihak yang lain.

Contoh: seorang gagal lulus sebagai pilot pesawat terbang, karena belief-nya berkata,  bahwa terbang tinggi itu berbahaya. Nah dalam situasi seperti ini dia memiliki pilihan, yaitu menjadi supir truk yang operasinya di jalan alias menghindari ketinggian untuk memenuhi hal yang dipercayainya, ATAU dia sadar dan mau merubah belief-nya bahwa ternyata statistik kecelakaan lalu lintas darat itu jauh lebih besar dari kecelakaan pesawat udara.

Motivasi dipengaruhi oleh  nilai / value

Setelah kegiatannya sesuai belief-nya,  masih dibutuh yang namanya kegairahan / passion untuk melakukan THE BEST, nah inilah tantangan untuk menggali lebih ke dalam diri sendiri.

Apa yang menjadi nilai yang paling utama dari diri kita sendiri tersebut yang akan kita pertahankan habis-habisan ? Kemudian hubungan nilai inti tersebut dengan yang kegiatan yang kita lakukan, apakah sesuai ?

Contoh: Seorang yang nilai utamanya adalah cinta kasih, dia tidak akan termotivasi melakukan kegiatan sebagai seorang penjagal ayam walau sudah sesuai prosedur keagamaannya (baca doa dulu) oleh sebab itu, dia tidak akan menikmati kegiatannya dan melakukan kegiatannya dengan All Out!

Who am I ?

Bagian paling bawah dari Iceberg tersebut adalah  Identitas diriSelf Identity, Who Am I = Siapakah diri Saya ?

Identitas diri ini mulai terbentuk sejak di kandungan ibu lewat suara yang didengar, perasaan, kemudian mulai usai 0 s/d 3 tahun, semua kejadian disekililing keluarganya, sikap orang tuanya akan diserap dan membentuk Self Identity tersebut dan pembentukan Self Identity ini terus berjalan sesuai pengalaman yang dia terima.

Lingkungan / environmet mempengaruhi seluruh mindset kita

Perubahan Belief, Value, Self Identity itu harus dilakukan secara perorangan dan perlu mendapat kesadaran dari yang bersangkutan untuk mau berubah.

Hal tersebut akan makan waktu dan usaha yang besar. Tetapi ada cara yang lebih mudah untuk merubah mindset orang banyak yaitu merubah ENVIRONMENT/LINGKUNGAN, sebagai seorang pengusaha, lebih mudah merubah LINGKUNGAN perusahaannya, yaitu buatlah lingkungan yang kondusif lewat peraturan dan penerapan yang konsisten, yang sesuai dengan nilai perusahaan yang telah diterapkan, tentu seluruh karyawan akan merubah Sikap/Behavior mereka selama masih berkarya di perusahan tersebut. Karena bila mereka tidak sesuai tentu mereka akan meninggalkan perusahaan tersebut.

Tapi apakah mereka telah melakukan TRANSFORMASI, itu masih kembali ke Identity Iceberg mereka, apakah mereka sudah yakin dan merubah Belief, Value dan Identity mereka. Baru pada tahap seleksi karyawan baru, perusahan bisa mengali lebih dalam melalui berbagai macam teknik interview dan test kepribadian.

Nah, bila Anda termasuk yang susah untuk menerima paradigma baru dan susah untuk merubah Mindset, perlu menjawab pertanyaan dasar ini: Apakah Anda PUAS (Penghasilan yang didapat Vs Waktu menikmati hidup Vs Kualitas hidup yang diinginkan) dengan keadaan sekarang ini ?

Bila Anda sadar bahwa Anda bisa jauh lebih baik dari sekarang, saatnya Anda mencari bantuan dari para ahli, banyak yang bisa membantu Anda memasuki jenjang keberhasilan yang jauh lebih tinggi

Salam FUNTASTIC!

– 0 –

Coach Cahyadi Kurniawan

Cahyadi Kurniawan Business Coach ActionCOACH

With a passion to help people achieve success in their lives, Cahyadi brings to his clients a wealth of experience in Leadership, Systems, Conceptual Thinking, and Calculated Risk Taking. His practical no-nonsense approach to business and teamwork helps his clients find clarity in their issues and solutions. With 22 years of experiences, Cahyadi has served as Presiden Director and VP in various multinational companies. He speaks 6 languages including Indonesia, Engllish, German, Mandarin, Hokkien, and Cantonese. Cahyadi is a CCF Certified Coach and has been recognized for his wisdom and balanced approach to leadership and business.

Kunjungi Facebook Business Page ActionCOACH South Jakarta untuk tips-tips singkat seputar bisnis.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: