2 Cara untuk Kehilangan Respek dalam Kepemimpinan

2 Cara untuk Kehilangan Respek dalam Kepemimpinan

Seorang atasan membeli waktu, pikiran dan tenaga pekerja dengan gaji. Namun satu hal yang tidak bisa dibeli seorang atasan dengan gaji adalah hati pekerjanya.

Sepanjang karir profesional saya dan keterlibatan saya  dalam organisasi non profit, kepemimpinan adalah sebuah hal menarik perhatian saya. Sebab saya sendiri berada di bawah suatu kepemimpinan, dan juga menduduki suatu posisi kepemimpinan.

Satu hal yang saya perhatikan, adalah apabila orang memiliki respek dan rasa kagum terhadap pimpinannya, mereka mau mendengarkan dan bekerja sebaik-baiknya untuk pimpinan itu. Sama seperti seorang anak yang ingin mencapai hasil yang baik agar bapaknya bangga kepada dirinya. Bahkan terlepas dari fakta, bahwa sebenarnya setiap orang bekerja untuk dirinya sendiri.

Banyak orang di posisi kepemimpinan tahu, bahwa mereka harus mendapatkan respek agar orang-orang yang di bawahnya mengikuti dan mendengarkannya. Tapi mereka melakukan 2 kesalahan yang menyebabkan mereka kehilangan rasa respek orang-orangnya, yaitu :

1. Jaga Image
Berada di posisi kepemimpinan dan melihat kepemimpinan orang lain, saya melihat, merasakan dan mengalami, bahwa ego yang tinggi  membuat konflik tambah panjang dan menimbulkan dendam. Harga diri yang tinggi, membuat orang enggan meminta maaf, dan mencari-cari pembuktian, bahwa sayalah yang benar, kamu yang salah, meskipun tahu dirinya yang salah. Karena jaga image.

Saya paham rasa ego itu.

Kebutuhan seorang pemimpin untuk  jaga image ini, membuat pemimpin protektif terhadap dirinya. Membuat ia merasa harus menekan orang di bawahnya agar tidak berkutik, tidak bisa berkelit, dan tidak bisa menyerang balik, tidak peduli salah atau benar, yang penting dirinya selalu menjadi pihak yang benar.

Orang yang kita pimpin pun menjadi lawan, bukan kawan.

Saya melihat orang-orang yang diperlakukan seperti itu hanya akan diam saja menelan pil-pil pahit yang disodorkan pimpinannya, dan berkata “Iya Pak” dengan tak berdaya. Tapi di balik punggung pimpinannya, mereka mengomel dan mengumpat. Pada akhirnya orang-orang ini juga tidak bekerja sepenuh hati, dan hanya bekerja secukupkanya agar tidak dipecat.

Jika Anda melakukan hal yang sama Anda akan menyaring orang-orang yang bagus keluar. Mungkin Anda berkata, bahwa masih banyak orang yang mau kerja dengan saya. Tetapi ingat cost yang akan Anda keluarkan untuk mencari lagi, wawancara lagi, training lagi, pekerjaan yang tertunda, waktu yang terbuang. Dan setelah capek-capek di training, orang itu keluar lagi. Biaya akan lebih murah, kalau kita mau menurunkan ego.

Pengalaman saya mengatakan jika masing-masing pihak mau menurunkan egonya, masalah akan lebih cepat selesai. Dan kedepannya mereka bisa lebih bekerja sama.

2. Tidak melakukan apa yang dia sendiri tuntut dari orang lain

Ucapan yang tidak ada harganya, tidak akan didengar orang. Jika saya merokok, dan berkata kepada yang lain jangan merokok, buang duit. Saya pasti tidak akan didengar. M. Gandhi berkata, bahwa kita harus menjadi perubahan yang ingin kita  lihat di dunia ini, betul? Jika saya tidak didengar, orang tidak akan melakukan hal yang saya ingin mereka lakukan untuk saya.

Saya memiliki pengalaman pribadi sebagai seorang manager in trainee, saya ingin orang-orang  datang meeting tepat waktu. Suatu hari  saya sendiri terlambat meeting, karena ada telpon dari senior saya. Akibatnya sejak itu orang-orang mulai berhenti mendengarkan saya. Karena saya sendiri menuntut orang lain untuk tepat waktu, namun saya sendiri tidak tepat waktu.

Dari situ pelajaran yang saya ambil adalah sebenarnya posisi saya sebagai manager (meskipun in trainee) tidak bisa membuat orang melakukan apa yang saya inginkan,  namun harga dari ucapan saya yang ditentukan nilainya melalui perbuatan saya lah yang bisa.

– Juan –

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: