Ketika Kacamata Hitam Dipakai, yang Putih pun Jadi Hitam

Kita semua berbeda, dan berasal dari latar belakang yang berbeda. Cara kita memandang satu sama lain menjadi tidak sama. Di Inggris  makan dengan bersuara itu tidak sopan, sedangkan di Cina justru makan dengan tidak bersuara berarti tidak menghormati yang masak, karena mengisyaratkan masakan yang dibuat tidak enak.

Perbedaan-perbedaan seperti ini akan selalu ada di dalam tim perusahaan Anda dan berpotensi menimbulkan konflik. Percikan api sudah dapat dimulai sejak impresi pertama, yang mungkin tidak disadari oleh yang satu maupun yang lain, namun terus menimbulkan aksi dan reaksi berkelanjutan, yang terus membesar seperti efek bola salju. Awalnya boleh karena hal sepele, namun lama-kelamaan menjadi  bom waktu yang siap meledak. Masing-masing pihak yang bertikai seperti sedang mengenakan kaca mata hitam. Tidak peduli apapun yang baik  di pribadi yang lain, semuanya tetap terlihat hitam di mata.

Ego manusia juga turut bermain, yang satu menganggap yang tidak beres itu pasti yang satunya itu, karena alasan begini dan begini. Penilaian demi penilain  yang dipakai, mengacu pada latar belakang, pendidikan, budaya, kebiasaan masing-masing.

Setiap kepribadian pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Seringkali kelebihan yang satu, bisa jadi merupakan suatu kekurangan di mata yang lain. Pribadi yang ceria dan terbuka, di mata yang lain dapat terlihat menjadi pribadi yang tidak tahu malu, pribadi yang progresif, tegas dan keras, dianggap tidak punya hati oleh pribadi yang lain, pribadi yang tenang dan kalem, bisa dianggap kurang ekspresif.

Karena itulah ActionCOACH mengajarkan sebuah ajaran menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Bukan tentang saya benar Anda salah, ataupun sebaliknya. Tetapi  tentang saling menghargai dan memahami, dan bagaimana caranya supaya kita  bisa saling bekerjasama. Entah itu dengan saling toleransi atau pun kompromi, belajar saling menyesuaikan diri.

Ego kita tentu ingin kita menang sendiri. Tetapi ini buruk bagi suatu relasi. Diperlukan suatu itikad baik dari masing-masing yang berselisih untuk mau menurunkan egonya.

ActionCOACH juga mengajarkan tentang perlunya budaya perusahaan. Satu set nilai, tata cara berperilaku yang mengatur cara kita bersikap satu dengan yang lain dan juga ke klien.  ActionCOACH sadar manusia itu berbeda-beda. Tanpa ada satu budaya yang dijadikan acuan bersama, akan muncul budaya-budaya sendiri-sendiri yang mungkin tidak sesuai dengan perusahaan. Dimana manusia berkumpul disitu akan pasti akan tercipta kebuadayaan. Baik yang positif maupun negatif.

Gesekan-gesekan tidak dapat dihindari, tapi mereka dapat diatasi atau setidaknya dikurangi.

– 0 –

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: