Bisnis Keluarga Berjalan dengan Profesional, Mengapa Tidak?

Bisnis Keluarga Berjalan Profesional Mengapa Tidak

Pameo yang menyatakan, bahwa perusahaan keluarga susah melewati generasi ketiga, generasi pertama mendirikannya, generasi kedua membesarkannya, kemudian generasi ketiga membubarkannya, ini tidak selalulah benar, apalagi kalau memang perusahaan keluarga tersebut berhasil menstrukturkan perusahaannya dengan benar dan menerapkan prinsip management yang jelas, tanpa pandang bulu, maka perusahaan tersebut akan terus berkembang dari generasi ke generasi.

Bisnis keluarga

Banyak bisnis yang terkenal dan sehat berawal dari seorang entrepreneuer yang berkembang, meraksasa, kemudian mendunia. Kita tahu, bahwa banyak perusahaan walaupun sudah go public, namun tetap dikuasai oleh keluarga, seperti perusahaan mobil Ford, Toyota, perusahaan kimia Huntsman, perusahaan raksasa Samsung, bahkan perusahaan pensil Jerman Fiber Castell masih tetap dikelola dinasti Castell turunan ke-7. Jadi ada pameo yang menyatakan, bahwa perusahaan keluarga susah melewati generasi ke 3, generasi pertama mendirikannya, generasi kedua membesarkannya, kemudian generasi ketiga membubarkannya, ini tidak selalulah benar, apalagi kalau memang perusahaan keluarga tersebut berhasil menstrukturkan perusahaannya dengan benar dan menerapkan prinsip management yang jelas, tanpa pandang bulu, maka perusahaan tersebut akan terus berkembang dari generasi ke generasi.

Berjalan dengan profesional

Sebenarnya apakah arti profesional itu? Profesional berarti mengerjakan sesuatu sesuai dengan kode etik atau kaidah profesi yang berlaku, contoh seorang dokter harus bekerja sesuai dengan kode etik bidang kedokteran, seorang arsitek, insinyur, akuntan, auditor bekerja sesuai kode etik masing masing. Demikian juga seorang manager perusahaan, mereka harus bekerja sesuai koridor di dalam job description-nya masing-masing, patuh dan turut di dalam hiraki management, memiliki wewenang  dan tanggung jawab tertentu yang telah digariskan oleh pekerjaan atau jabatan tersebut.

Jadi sebuah perusahaan dikatakan profesional, bila telah memiliki  struktur organisasi yang jelas sesuai dengan kaidah kontrol dan operasional, dengan job description yang jelas, mengatur setiap jabatan beserta wewenang dan tanggung jawabnya. Kemudian job description tersebut juga dengan jelas menentukan kriteria atau kompetensi yang dibutuhkan untuk bisa menjalankan pekerjaan tersebut.

Jadi tidak ada masalah sama sekali kalau jabatan tertentu dipegang oleh anggota keluarga, selama yang bersangkutan memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Masalah yang sering terjadi di perusahaan keluarga adalah karena hubungan keluarga, meskipun dia tidak menjalankan fungsi managementnya dengan benar atau dia memang tidak memiliki kompetensi untuk menjalankannya, orang tersebut tetap saja dipertahankan di posisi itu. Hal ini bisa menghambat seluruh kelancaran perusahaan tersebut. Pada akhirnya dapat juga terjadi konflik saling sikut-menyikut serta perebutan kekuasaan demi kepentingan orang-orang tertentu. Sebenarnya hal ini juga bisa terjadi di perusahaan yang non family, dengan direktur atau manager yang ”kuat” yang bisa menempatkan ”orang-orang  loyal”nya di posisi tertentu, sehingga akar masalahnya terletak di urusan politik para pemegang saham.

Perusahaan yang dijalankan secara profesional

Perusahaan profesional yang benar terdapat pembagian tugas yang jelas antar sang pemegang saham (setiap anggota keluarga bisa saja mendapatkan pembagian saham menurut kemauan dan rundingan keluarga sendiri), yang tugasnya hanya memberikan arah kemana perusahaan harus jalan, menentukan Visi, Misi dan Budaya perusahaan, menentukan target ROI atau modal yang telah ditanamkan kepada sang CEO (President Director/Direktur Utama). Tetapi dengan jelas tidak mencampuri keputusan apalagi kegiatan sehari hari perusahaan tersebut. Mereka jelas bisa mengawasi tingkah laku maupun kegiatan operasional sang CEO tersebut lewat rapat pemegang saham, yang bisa berlangsung minimal satu kali pertahun, bagi dewan pemegang saham yang aktif bisa 2 kali dalam setahun yang telah dijadwalkan.

Tetapi dalam keadaan perusahaan genting, sang pemegang saham bisa mengadakan rapat luar biasa, asal memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh AD/ART perusahaan tersebut. Selebihnya adalah wewenang dan tanggung jawab sang CEO dalam menjalankan kegiatan perusahaan sehari-hari.

Jabatan merangkap

Memang pada phase perkembangan perusahaan sering terjadi sang pendiri yang memiliki perusahaan 100%, merangkap menjadi CEO, bisa juga merangkap sebagai, manager marketing. Dalam hal tersebut sang pengusahaan harus memilih pola berpikir dalam menjalankan perusahaan sesuai struktur dan kaidah management yang benar, dan harus sadar memakai ”topi” yang tepat waktu melakukan kegiatannya. Dengan demikian dia di posisi pemegang saham utama bisa mendelegasikan wewenang eksekusinya kepada dirinya sendiri di posisi CEO, maupun memecat diri sendiri dari posis CEO terebut. Dengan memegang kaidah dan bergerak secara sadar dalam kegiatan sehari hari, maka kerancuan disistem management tidak lah terjadi.

Orang yang tepat di posisi yang tepat

Perusahaan yang profesional, akan dijalankan berdasarkan kaidah managmenent yang baku, salah satunya adalah menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, sesuai kriteria job description yang telah ditentukan, jadi walaupun anggota keluarga tetap harus menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang telah digariskan oleh job description tersebut.

Mengendalikan Emosi

Dengan mengacu kepada struktur organisasi dan job description yang jelas, maka unsur emosi yang terkadang muncul didalam pekerjaan, apa lagi itu unsur emosi anggota keluarga bisa diselesaikan dengan memisahkan secara logis antara urusan business ataupun urusan keluarga.

Tentu orang yang di posis CEO harus cukup matang dalam kejiwaaan sehingga selalu bisa menjalankan tugas dan memutuskan dengan tepat demi keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan target yang telah ditentukan oleh dewan pemegang saham.

Juga semua yang aktif dalam kegiatan operasional harus diberi gaji sesuai jabatannya yang tentu mengacu kepada harga pasaran untuk jabatan tesebut dan kemampuan cashflow perusahaan tersebut. Bagi sang dewan pemegang saham, tidak diberikan gaji oleh perusahaan, tapi kalau memang ada yang ditunjuk sebagai komisari untuk mengawasi sang CEO, maka gajinya sebenarnya harus dibayar oleh dewan pemegang saham. Para pemegang saham akan mendapat dividen pada setiap akhir tahun, setelah hasil operasional telah diterima dan disahkan oleh pemegang saham.

Dengan mengacu kepada struktur organisasi yang jelas dan menjalankan kaidah managment yang standard, maka tidak ada alasan mengapa perusahaan keluarga tidak bisa bisa secemerlang perusahaan non keluarga, karena sama saja mereka dijalankan oleh sang professional yang bermutu…

Tantangan Implementasi

Yes, teori selalu mudah, tantangannya adalah di implementasi. Karena menyangkut anggota keluarga, biasanya emosi keluarga akan tercampur aduk dalam pembentukan management yang baik.

Dengan bimbingan seorang business Coach yang berpengalaman, akan jauh lebih mudah untuk menjabarkan semua kepentingan secara netral karena seorang Coach, berada diluar perusahaan tersebut dan tidak terlibat kepentingan sama sekali terhadap perusahaan tersebut.

Bila Anda masih terjebak didalam dilema klasik bisnis keluarga dan tertarik untuk mem ”profesionalkan” perusahaan keluarga, sudah saatnya mendiskusikan dengan seorang Business Coach…

TAKE ACTION NOW!

– Cahyadi Kurniawan –

Artikel-artikel yang terkait :

  1. Share Holders or Executives – Clarify Your Roles

—————————————————————————————————————–

Follow us : Twitter | Facebook | Youtube

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: