Radical Change Radical Results

Radical Change Radical Result

Coach Cahyadi Kurniawan

Coach Cahyadi

Radical Change Radical Results adalah sebuah judul buku yang dikarang oleh Kate Ludeman (bersama suaminya Eddie Erlandson), yang berprofesi sebagai konsultan Dell computer.

Telah lama menjadi pikiran saya, mengapa Dell yang nota bene hanya sebuah perusahaan “perakit” komputer yang lebih kurang sama seperti di Glodok, bisa berkembang dan menjadi pemain yang serius di dunia komputer?

Jawabannya karena ternyata mereka telah berhasil membangun suatu budaya/culture perusahaan yang bisa BELAJAR CEPAT, BERUBAH CEPAT untuk mengikuti perubahaan persaingan yang begitu ketat di pasaran.

Setelah berkecimpung di ActionCOACH saya semakin yakin bahwa suatu perusahaan hanya bisa berkembang dan melewati masa sulitnya BILA telah ditemukan dan dijalankan KULTUR/NILAI perusahaan tersebut secara konsisten.

Berikut ini adalah yang saya pelajari dari buku tersebut :

1. Rasa ingin tahu: Belajar selama proses berjalan.

Kesediaan kita untuk menurunkan sikap mempertahankan diri (bersikukuh, ngotot atas pendirian) dan mengambil semua umpan balik menjadi perbedaan utama antara orang yang sukses dan yang tidak.

Banyak orang lebih memilih menjadi “yang benar” “yang menyenangkan” daripada kesuksesan. Selama Anda terjebak dalam mempertahankan: Inilah CARA SAYA, peduli amat dengan  umpan balik  orang lain, Anda meningkatkan inertia diri maupun perusahaan. Dengan sikap ini dijamin Anda atau perusahaan Anda tidak akan dapat mengembangkan potensi yang masih ada di dalam diri Anda maupun perusahaann.

Begitu Anda terbuka secara jujur untuk menerima kenyataan dan belajar, maka Anda akan terkejut dengan masalah yang Anda hadapi yang ternyata berubah dari waktu ke waktu.

Inilah yang di ActionCOACH disebut gejala I KNOW! Bila seorang I KNOWnya tinggi maka dengan sendiri tingkat maturity/kematangan jiwa seseorang maupun suatu organisasi/bangsa rendah, sudah terlalu sering bila kita menghadapi suatu masalah kita langsung mempertahankan diri dengan mencari “kambing hitam” bahkan biarpun mengaku salah, tetap mengemukakan alasan yang berbelit-belit untuk mengakomodirnya (mencari pebenaran atas kesalahan).

Alasan Yes – But (ya, tapi) tersebut sebenarnya sangatlah membuang energi kita, (working below the line!) lebih baik kita terbuka terima feed back, ambil hikmahnya dan BERUBAH, sehingga kesalahan yang pernah kita lakukan tidak terulang lagi.

 2. Kesadaran: Gunakan kesadaran Anda

Untuk mengambil keputusan yang paling transformatif dan bijak, gunakanlah semua kecerdasan dan perasaan yang Anda miliki.

Badan kita mengundang kita untuk “slow down” supaya bisa gerak cepat, membawa kita kedalam kebenaran yang hakiki.

Dua jurus yang ampuh untuk menggunakan kesadaran kita adalah: Merasakan “feeling” kita dan Mengambil beberapa kali napas yang dalam.

Banyak survey telah membuktikan, pengambilan keputusan, walaupun sudah dicoba menggunakan ratio dan di diskusikan berkali-kali dalam pertemuan, pada akhirnya si pengambil keputusan masih lebih cenderung mengambil keputusannya berdasarkan “Feeling”. Dan juga betul, banyak wiraswasta tanpa analisa berbelit-belit mengambil keputusan yang cemerlang dan kemudian menjadi model studi para akademis. Contoh: Richard Branson (Virgin group), Steve Job (Apple computer dengan THINK DIFFERENCE)

3. “Keaslian diri”: Hilangkan semua peranan yang membelenggukan Anda

Jika kita melakukan pekerjaan dengan jati diri kita yang asli asli maka semua pekerjaan akan terasa nikmat. Selama kita terikat dengan “topeng/peran” maka masalah yang sama tetap akan muncul kembali.

Terutama di budaya timur, kita sering susah untuk mendapatkan informasi yang jujur dan tepat, banyak masalah yang sebenarnya sepele, karena orang cenderung memikirkan peranannya, maka masalah dibuatlah berbelit belit dan sehingga cenderung tidak terselesaikan

4. Mengambil Tanggung Jawab

Lebih banyak orang merasakan bertanggungjawab untuk MENJELASKAN dari pada MENCAPAI HASIL.

Orang yang bertanggung jawab mengambil 100% tanggung jawabnya atas komitmen dan hal-hal atau kejadian yang dialaminya. Mereka selalu memeriksa ke dalam diri sendiri daripada mencari kesalahan orang lain.

Mereka dapat dipercaya dan taat pada deadline yang telah ditentukan. Mereka jarang sekali “kabur” dari tanggung jawabnya. Bila mereka harus merubah perjanjian, maka mereka memberitahukan pihak yang sangkutan dan bernegosiasi kembali.

Sesungguhnya seseorang di organisasi dibayar berdasarkan besar tanggung jawab yang dipikulnya dan hasilnya, bukan kerja kerasnya. Jadi bila seorang yang selalu mengelak dari tanggung jawabnya maka karier orang tersebut di mana saja tidak akan berkembang, karena tidak ada orang yang sudi berurusan dengan orang yang tidak mau mengambil tanggung  jawab yang merupakan bagiannya.

Celakanya di level Business Owner atau CEO, banyak yang merasa mereka adalah segala-galanya sehingga mereka mengharapkan organisasinya melakukan semua hal yang positif benar, tapi beliau sendiri tidak melakukannya.

 seorang Business COACH dapat menjadi pendamping dan sparring partner untuk mermastikan business owner sendiri disiplin dan memiliki high awareness sehingga dapat berjalan sesuai komitmen di perushaan tersebut.

 5.  Berterus Terang: Bicaralah sebenarnya

95% waktu kita berbicara tidak jujur/bohong, karena kita hendak mengontrol keadaan yang memang di luar kontrol kita seperti reaksi atau emosi seseorang. Bila kita menyebabkan salah paham, langsung kita luruskan. Berterus terang sangatlah membantu kita mencapai keputusan yang tepat dan cepat

Penulis MAW Brauwer pernah menulis bahwa di dunia Barat si John dlahirkan dengan ajarakan utama oleh ibunya: John, janganlah engkau sesekali berbohong, di dunia Timur si Polan diajarkan oleh ibunya: Polan, janganlah sesekali kamu menyakiti hati orang. Oleh sebab itu di dunia Timur sopan santun sangatlah diutamakan sampai sering kali harus BERBOHONG hanya untuk tidak menyakiti hati orang.

 Ternyata berkata terus terang pun menjadi masalah yang utama di organisasi caliber dunia. Jack Welch bilang ternyata manusia memang dari sananya lebih mudah menyatakan suatu “white Lie” berbohong untuk menyenangkan seseorang dari pada berbicara terus terang. Jadi ke efektifan dan kecepatan mengambil keputusan, sangatlah tergantung kultur perushaan tersebut untuk berbicara TERUS TERANG.

6. Kejeniusan Anda: Bangunkanlah raksasa tidur ini

Kebanyakan perusahaan menghabiskan waktu dan biaya untuk memperbaiki kelemahan seseorang daripada menggunanakan dan memberdayakan kelebihan. Orang yang sukses biasanya memiliki ketrampilan dasar yang “cukup” tapi mereka mengembangkan keahliannya yang merupakan karunianya. Mereka sadar betul untuk area yang memang mereka lemah, mereka mencari orang/memberikannya kepada rekan yang lain untuk mengimbanginya.

Betul sekali, kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan kita, dan harus sadar akan kelebihan kita, sehingga kita terus mempertajam kelebihan kita, sedangkan mengenai kelemahan, sedapat mungkin kita menyadarinya dan mencari rekan yang bisa menutupi kelemahan tersebut. Oleh sebab itu team work itu akan bergitu indah dan efektif bila semua pihak bisa saling menunjang.

7.  Nyatakan penghargaan Anda

Hampir 80% percakapan dalam pekerjaan mengandung kritik karena manusia pada dasarnya lebih mudah melihat sesuatu yang tidak benar dari pada yang benar.

Ternyata suatu hubungan kerja sama yang baik, brilliant, berkelanjutan membutuh ratio 5 pengalaman positive dibanding 1 pengalaman negative.

Itu salah satu keuunggulan budaya barat dibanding dengan budaya yang dipengaruhi oleh Confucius (China, Japan, Taiwan, Korea, Over sea Chinese), karena pandangan ajaran Confucius lebih menitik beratkan TANGGUNG JAWAB seseorang terhadap perannya dari pada memuji sesuatu yang “MESTINYA” seharusnya sudah dikerjakan.

 Tetapi kita jangan juga terjebak kedalam pujian yang sekedar sopan santun basa basi asal lips service saja.

Kembali kalau memang bagus wajarlah kita memberikan pujian yang setulusnya dari “keaslian” “ketulusan hati” lewat “eye contact” yang jujur, karena orang yang menerima pujian tersebut mengetahui secara persis apakah itu hanya basa basi adau tulus.

Demikianlah terjemahan inti dari buku tersebut.

Bila Anda perlu membentuk kultur/nilai perusahaan Anda, bisa menghubungi ActionCOACH sebagai pendamping business…..

Build Up Your Company Culture/Core Value, it works as a guidance for your company!

– Coach Cahyadi –

ActionCOACH South Jakarta business coaches  guide businesses in selecting and implementing effective and cost-efficient marketing strategies to boost results with a proven 17-week guarantee. For more information on business coaching, visit www.actioncoachsouthjakarta.com or  call 021 2567 5775 .

Testimonial

—————————————————————————————————————–

Related Article(s) :

  1. 5 Steps to Successfully Implementing Your 10×10 Marketing Plan
  2. Execution – What is Stopping You?

—————————————————————————————————————–

International website : http://www.actioncoach.com

Local website : http://www.actioncoachsouthjakarta.com

Follow us : Twitter | Facebook | Youtube

—————————————————————————————————————–

usiness inspirations

Watch Business Inspirations @ Youtube : Berita Satu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: